Rabu, 06 Desember 2023

Ciri - Ciri Dan Klasifikasi Protista

| Rabu, 06 Desember 2023
pengertian protista

Halo sahabat Pustaka Pengetahuan, pada artikel kali ini diharapkan mampu untuk mengetahui dan mendeskripsikan ciri - ciri umum Protista, membedakan Protista mirip jamur, mirip tumbuhan, dan mirip hewan, serta memberikan contoh peranan Protista yang menguntungkan dan merugikan dalam kehidupan. Oleh sebab itu simaklah penjelasannya pada ulasan berikut ini. 

Pengertian Protista

Arti Protista adalah mikroorganisme eukariota yang bukan hewan, tumbuhan, atau fungi. Protista bersifat eukariotik, yaitu memiliki membran inti dan dinding sel atau tidak. Protista memiliki peran penting dalam kehidupan manusia, meski ada yang menguntungkan dan ada juga yang merugikan. Biasanya, Protista digunakan untuk bahan penelitian, baik ketika mereka berkumpul di dalam koloni maupun sedang sendiri-sendiri.

Ciri - Ciri Umum Protista 

Perlu kita menyadari bahwa air yang sering digunakan untuk minum, mandi dan mencuci pakaian ternyata mengandung banyak mikroorganisme. Mikroorganisme tersebut ukurannya sangat kecil (disebut juga jasad renik) yang hanya dapat dilihat dengan bantuan mikroskop. Mikroorganisme merupakan salah satu dari sekian ribu makhluk hidup yang termasuk dalam Kingdom Protista.

Adapun ciri - ciri umum pada kingdom Protista, adalah sebagai berikut :

  • Uniseluler atau multiseluler.
  • Inti sel bersifat eukariotik, yaitu memiliki membran inti.
  • Memiliki dinding sel atau tidak.
  • Cara hidup secara fotoautotrof atau heterotrof.
  • Bersifat aerob atau anaerob.
  • Hidup bebas atau bersimbiosis.
  • Reproduksi secara seksual dengan konjugasi dan aseksual dengan pembelahan biner.

Protista merupakan organisme eukariotik yang paling sederhana. Protista telah ada sebelum munculnya tumbuhan, hewan, dan jamur. Sebagian besar jenis Protista bersifat uniseluler, akan tetapi ada juga yang hidup secara berkelompok dan bersifat multiseluler. Sebagian besar Protista bersifat aerob, yakni memerlukan oksigen untuk  kelangsungan hidupnya. Oksigen  digunakan  dalam  proses respirasi yang bertempat pada mitokondria. Namun, beberapa jenis Protista bersifat  anaerob, yakni tidak  memerlukan oksigen dalam hidupnya. Protista anaerob  melakukan respirasi dengan bersimbiosis bersama bakteri yang bersifat aerob. Beberapa Protista bersifat heterotrof, memperoleh makanan dengan cara mengabsorbsi molekul-molekul organik dan sebagian lagi bersifat fotoautotrof karena mempunyai kloroplas sebagai tempat untuk menangkap energi matahari. 

Protista dapat ditemukan pada setiap tempat yang mengandung air, tanah yang basah, sampah, dedaunan, dan habitat lain yang cukup lembab. Protista yang hidup di laut sebagian besar bertindak sebagai fitoplankton yang merupakan kontributor utama dalam penyediaan energi jaring-jaring makanan. 

Protista dapat hidup secara bebas atau bersimbiosis secara mutualisme, parasitisme, dan komensalisme. Protista parasit bersifat patogen pada hewan dan manusia. Beberapa jenis Protista mempunyai alat gerak sehingga bersifat motil. Adapun reproduksi dapat terjadi secara seksual dan aseksual. Sedangkan pada kondisi lingkungan yang tidak sesuai, Protista membentuk sel resisten yang disebut kista. 

Klasifikasi Protista 

Anggota Protista sangat beragam, sehingga untuk mempermudah dalam mempelajarinya, maka para ahli taksonomi membagi Protista dalam tiga kategori yaitu: 

  • Protista yang menyerupai hewan (Protozoa) 
  • Protista yang menyerupai tumbuhan (Protophyta) 
  • Protista yang menyerupai jamur

Berikut ini adalah ulasan klasifikasi Protista, adalah sebagai berikut ini. 

1. Protista yang Menyerupai Hewan (Protozoa)

protozoa

Protozoa berasal dari bahasa Yunani, proto yang berarti ‘pertama’, dan zoa yang berarti ‘hewan’. Jadi, Protozoa disebut juga sebagai hewan pertama. Protozoa merupakan Protista yang menyerupai hewan karena memiliki sifat heterotrof, mampu bergerak dan menelan makanan. Protozoa memiliki ukuran mikroskopis, yaitu berkisar antara 10 nm-200 nm (1 nm = 10-9m). Protozoa merupakan organisme unise- luler dengan bentuk yang bervariasi, ada yang bentuknya tetap dan ada pula yang berubah-ubah. Protozoa mempunyai alat gerak berupa kaki semu (pseudopodia), bulu cambuk (flagella), atau rambut getar (cilia). 

Protozoa hidup secara heterotrof dengan memangsa bakteri dan ber- simbiosis dengan organisme lain. Kebanyakan Protozoa hidup di dalam tubuh makhluk hidup atau di dalam air (air tawar maupun air laut). Protozoa dapat bereproduksi secara vegetatif (aseksual) dengan pembelahan biner, maupun secara generatif (seksual), dengan cara konjugasi. Untuk ulasan lengkapnya silahkan klik Protista Menyerupai Hewan (Protozoa)

Berdasarkan alat geraknya, Protozoa dibedakan menjadi 4 kelompok, yaitu 

  1. Rhizopoda (Filum Sarcodina), 
  2. Ciliata (Filum Ciliophora/ Infusoria), 
  3. Flagellata (Filum Mastigophora),  
  4. Sporozoa (Filum Api- complexa).

2. Protista yang Menyerupai Tumbuhan (Algae) 

protista mirip tumbuhan

Apabila di sekitar  kalian  terdapat  kolam,  coba  amati  airnya. Jika berwarna hijau, kemungkinan besar air kolam tersebut banyak mengandung ganggang atau algae. Dalam bahasa ilmiah, ganggang disebut algae (tunggal = alga). Untuk selengkapnya silahkan klik Protista Menyerupai Tumbuhan (Algae)

Ciri - Ciri Algae (Ganggang)

  • Struktur sel ganggang memiliki dinding sel dan kloroplas. 
  • Karakter tersebut dimiliki pula oleh tumbuhan tingkat tinggi, sehingga dikatakan bahwa ganggang merupakan Protista yang menyerupai tumbuhan. 
  • Ganggang merupakan organisme yang bersifat uniseluler atau multiseluler. 
  • Bentuk tubuhnya berupa sel tunggal, filamen, lembaran, dan ada juga yang menyerupai tumbuhan tingkat tinggi. 
  • Ganggang hidup secara soliter (sendiri) maupun berkoloni. 
  • Struktur tubuh ganggang sangat sederhana, tidak dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun sehingga disebut tumbuhan talus. Struktur tubuh yang masih berupa  talus  menyebabkan  ganggang  dikelompokkan  juga  dalam Filum Thallophyta.  
  • Ganggang  dapat  bereproduksi  secara  vegetatif  (aseksual)  dan secara  generatif  (seksual).  Secara vegetatif, reproduksi ganggang dilakukan dengan cara pembelahan biner, fragmentasi, atau pemben- tukan zoospora. Secara generatif dengan cara konjugasi dan peleburan antara sel kelamin jantan dan betina.  

Berdasarkan pigmen (zat warna) yang dominan pada tubuhnya, ganggang dapat dibedakan menjadi 6 Filum, yaitu 

  • Filum Pyrhophyta (ganggang  api)
  • Filum  Euglenophyta
  • Filum  Phaeophyta  (gangang coklat)
  • Filum Chrysophyta (ganggang keemasan)
  • Filum Rhodophyta (ganggang merah)
  • Filum Chlorophyta (ganggang hijau)

3. Protista yang Menyerupai Jamur

klasifikasi protista

Adapun anggota Protista yang menyerupai jamur meliputi jamur air dan jamur lendir. Walaupun tampaknya sama dengan jamur sejati, namun dalam organisasi seluler, cara reproduksinya, dan siklus hidupnya, kedua jamur ini berbeda dengan jamur (Fungi) sejati. Protista yang menyerupai jamur dibedakan menjadi jamur air (Oomycotina) dan jamur lendir (Myxomycotina). Mari kita pelajari satu persatu ciri-ciri jamur air dan jamur lendir tersebut. Untuk selanjutnya silahkan klik Protista Menyerupai Jamur

a. Jamur Air (Oomycotina) 

Oomycotina

Oomycotina berarti fungi telur. Istilah ini didasarkan pada cara reproduksi seksual pada  jamur  air.  

Ciri - ciri jamur air (Oomycotina)

  • Beberapa  anggota  Oomycotina bersifat uniseluler dan tidak memiliki kloroplas. 
  • Jamur air memiliki dinding sel terbuat dari selulosa, yang berbeda dengan dinding sel jamur sejati yang terbuat dari polisakarida yang disebut kitin. 
  • Yang membedakan jamur air dengan jamur sejati adalah adanya sel biflagellata yang terjadi pada daur hidup jamur air. Sementara jamur sejati tidak memiliki flagella.
  • Sebagian besar jamur air hidup secara bebas atau melekat pada sisa-sisa tumbuhan di kolam, danau, atau aliran air. 
  • Jamur air hidup sebagai pengurai dan berkoloni. 
  • Jamur air juga ada yang hidup pada sisik atau insang ikan yang terluka sebagai parasit. Contoh anggota Oomycotina adalah Saprolegnia, dan Phytoptora infestans. 
  • Jamur air juga bersifat patogen (dapat menimbulkan penyakit), seperti menyebabkan pembusukan kayu pada kentang dan tomat.  
  • Jamur air dapat bereproduksi secara seksual atau aseksual. Secara aseksual, jamur air menghasilkan sporangium di ujung hifa. Di dalam sporangium tersebut, dihasilkan spora yang berflagella yang disebut zoospora. Ketika zoospora matang dan jatuh di tempat yang sesuai, maka akan berkecambah dan tumbuh menjadi mycelium baru. Adapun reproduksi secara seksual terjadi melalui penyatuan gamet jantan dan gamet betina. Gamet jantan dihasilkan oleh antheredium dan gamet betina dihasilkan dari oogonium. Penggabungan gamet jantan dan gamet betina menghasilkan zigot diploid. Zigot ini nantinya akan berkembang menjadi spora, yang berdinding tebal. Saat spora berkecambah, akan dihasilkan mycelium baru. 

b. Jamur Lendir (Myxomycotina).

myxomycotina

Ciri - Ciri jamur lendir (Myxomycotina)

  • Pada umumnya, jamur lendir berwarna (berpigmen) kuning atau orange, walaupun ada sebagian yang berwarna terang. 
  • Jamur ini bersifat heterotrof dan hidup secara bebas. 
  • Tahapan memperoleh makan dalam siklus  hidup  jamur  lendir  merupakan  suatu  massa  ameboid  yang disebut plasmodium. 
  • Jika habitat jamur lendir mulai mengering atau tidak ada makanan yang tersisa, plasmodium akan berhenti tumbuh dan berdiferensiasi menjadi tahapan siklus hidup yang berfungsi dalam tahapan reproduksi seksual. 

Contoh jamur lendir adalah jenis Dyctystelum discridium. 


Demikianlah artikel yang berjudul Ciri - Ciri Dan Klasifikasi Protista. Apabila ada kekurangan ataupun kekeliruan dalam penulisan artikel ini, Pustaka Pengetahuan mengucapkan mohon maaf yang sebesar - besarnya. Silahkan tinggalkan pesan yang bijak pada kolom komentar yang tersedia. Terima kasih sudah mengunjungi, semoga bermanfaat.

Bahan bacaan lainnya, jika membantu tugas sekolah silahkan klik Berbagai Reviews 

Untuk menambah wawasan dan pengetahuan, silahkan klik Baraja Farm 

Tutorial cara budidaya silahkan klik Baraja Farm Channel

Media sosial silahkan klik facebook.com

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar