Minggu, 23 Juli 2023

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Tentang Hewan Lengkap

| Minggu, 23 Juli 2023

Pada artikel ini pustakapengetahuan.com akan menyampaikan laporan hasil observasi yang telah dilakukan. Sebelum kita masuk ke pembahasan, setidaknya harus mengerti dulu tentang apa itu teks laporan hasil observasi. Teks laporan hasil observasi merupakan jenis teks yang berfungsi sebagai sarana melaporkan pengamatan terhadap sebuah objek maupun peristiwa dan fenomena tertentu.

Dalam menulis teks laporan hasil observasi, ada 3 struktur yang harus diperhatikan:

  • Deskripsi umum atau klasifikasi, menjelaskan secara umum objek yang dilaporkan.
  • Deskripsi bagian, menjelaskan secara menyeluruh mengenai bagian-bagian objek.
  • Deskripsi manfaat, melaporkan manfaat dari objek bagi banyak pihak.

Berikut ini merupakan contoh dari teks laporan hasil observasi mengenai serangga atau hewan :

Belalang Anggrek

teks laporan hasil obervasi

Objek yang telah diobservasi adalah belalang anggrek. Pertama - tama, saya akan menyampaikan informasi umum terkait dengan belalang anggrek. Belalang anggrek atau Hymenopus Coronatus adalah salah satu jenis belalang sentadu atau belalang sembah  yang  hidup  di  Indonesia dan kawasan Asia Tenggara lainnya. Seperti namanya, belalang ini memiliki bentuk dan warna yang menyerupai bunga anggrek.

Pada bagian berikutnya, saya akan menjelaskan ciri khas belalang anggrek yang terdiri atas bagian tubuh, bentuk tubuh, makanan, dan daur hidupnya. Bagian tubuh belalang anggrek terdiri atas kepala, toraks, dan abdomen. Di bagian kepala terdapat mata majemuk, mulut, dan dua buah antena seperti benang. Seperti jenis belalang sentadu lainnya, kepala belalang anggrek dapat berputar 3600. Di bagian toraks terdapat tiga pasang kaki. Kaki depan belalang anggrek yang panjang dan kuat dilengkapi dengan duri dan capit. Belalang anggrek memiliki dua pasang sayap yang menutupi bagian abdomennya. Sayap depan berfungsi melindungi sayap belakang sehingga teksturnya lebih keras.

Ukuran tubuh belalang anggrek berbeda antara jantan dan betina. Panjang tubuh belalang anggrek jantan sekitar 2,5—3 cm, sedangkan betina 6—7 cm. Tubuh mereka berwarna putih dengan aksen merah muda lembut atau cerah. Beberapa belalang, bahkan berwarna benar-benar putih atau merah jambu. Namun, belalang anggrek dapat mengubah warna tubuhnya dalam hitungan sehari, bergantung pada kondisi lingkungan, seperti kelembapan dan kondisi cahaya.

Belalang anggrek merupakan predator polifagus atau pemakan beberapa jenis mangsa. Mereka memangsa serangga lain yang ber- tubuh lebih kecil, seperti jangkrik, capung, lebah, dan lalat. Belalang anggrek menggunakan bentuk dan warna tubuhnya untuk menarik perhatian mangsa. Saat mangsa mendekat, mereka akan meng- gunakan kaki depannya untuk menangkapnya. Belalang sembah hanya memangsa hewan yang masih hidup. Belalang anggrek merupakan hewan yang mengalami meta- morfosis tidak sempurna. Fase hidupnya terdiri dari telur, nimfa, dan dewasa. Belalang betina dapat bertelur sampai 300 butir. Telur tersebut diletakkan dalam sarang berbentuk buih putih yang disebut ooteka. Ooteka lama-lama akan mengeras dan melindungi telur-telur dari panas dan hujan.

Telur - telur tersebut membutuhkan waktu sekitar enam minggu untuk menetas. Saat menetas, nimfa belalang sembah sudah menyerupai belalang anggrek dewasa . Itulah mengapa belalang anggrek disebut mengalami metamorfosis tidak sempurna. Sebagai penutup, saya akan menyampaikan manfaat belalang anggrek. Belalang anggrek berguna bagi manusia untuk membasmi hama berupa serangga. Karena keindahannya, belalang anggrek juga dijadikan peliharaan. Demikian laporan hasil observasi saya. Terima kasih atas perhatian teman-teman semua.

Identifikasi teks laporan hasil observasi 

Identifikasi teks laporan hasil observasi mengenai Belalang Anggrek berdasarkan strukturnya:

a. Pernyataan umum. 

Terdapat pada paragraf nomor 1, alasannya karena mengandung kata definisi seperti “Belalang Sembah Anggrek adalah ....” dan memperkenalkan tentang belalang anggrek secara garis besar.

b. Deskripsi bagian. 

Terdapat pada paragraf nomor 2-5, alasannya karena pada setiap paragraf menjelaskan mengenai hal-hal yang dimiliki oleh belalang anggrek secara mendetail dan rinci.

  • Paragraf 2 menjelaskan mengenai bagian tubuh belalang anggrek.
  • Paragraf 3 menjelaskan tentang ukuran tubuh belalang anggrek.
  • Paragraf 4 menjelaskan tentang mangsa dan cara berburu belalang anggrek.
  • Paragraf 5 melaporkan mengenai metamorfosis tidak sempurna yang dialami belalang anggrek.

c. Deskripsi manfaat. 

Terdapat pada paragraf nomor 6, alasannya karena paragraf tersebut menyampaikan manfaat dari belalang anggrek bagi manusia.


Demikianlah artikel yang berjudul Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Tentang Hewan Lengkap. Apabila ada kekurangan ataupun kekeliruan dalam penulisan artikel ini, Pustaka Pengetahuan mengucapkan mohon maaf yang sebesar - besarnya. Silahkan tinggalkan pesan yang bijak pada kolom komentar yang tersedia. Terima kasih sudah mengunjungi, semoga bermanfaat.

Bahan bacaan lainnya, jika membantu tugas sekolah silahkan klik Berbagai Reviews  

Untuk menambah wawasan dan pengetahuan, silahkan klik Baraja Farm 

Tutorial cara budidaya silahkan klik Baraja Farm channel 

Media sosial silahkan klik facebook.com 

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar