Kumpulan artikel tentang Pengetahuan, pendidikan dan dunia

Selasa, 25 Juli 2023

Mekanisme Transpor Pada Membran Sel

| Selasa, 25 Juli 2023

Membran plasma atau disebut juga dengan membran sel yaitu sebuah struktur selaput tipis yang memisahkan isi sitoplasma dan nukleoplasma dari lingkungan luar serta berperan sebagai pelindung sel, dimiliki oleh semua makhluk hidup, baik itu manusia, tumbuhan, jamur, hewan, bahkan juga bakteri. 

Membran plasma atau disebut juga dengan membran sel merupakan membran semipermeabel pada sebuah sel yang mengelilingi dan membungkus isi sitoplasma dan nukleoplasma serta membran sel juga memisahkan sel dari cairan interstitial di sekitarnya. Sedangkan pembentukan membran sel dilakukan dengan bahan dasar berupa lipoprotein yang dibentuk oleh lemak dan protein. Itu sedikit penjelasan tentang membran plasma karena pada artikel ini, pustakapengetahuan.com akan membahas tentang "Mekanisme Transpor Pada Membran Plasma".

membran plasma
Struktur membran  plasma

Transpor pada membran sel

Mekanisme transport pada membran sel adalah sebuah mekanisme sel untuk memperoleh bahan - bahan yang dibutuhkan dalam proses metabolisme dari lingkungan luar sel, dari proses masuknya molekul akan melewati membran sel. Berbagai macam molekul seperti glukosa, oksigen, dan karbondoksida senantiasa harus melewati membran sel untuk keluar - masuk sel dalam proses metabolisme. Bisa dikatakan bahwan transportasi antar sel terjadi melalui membran plasma. 

Manfaat transpor zat bagi sel

Ada beberapa manfaat transpor zat bagi sel, di antaranya:

  • Menjaga kestabilan pH
  • Membuang sisa metabolisme yang bersifat racun
  • Menjaga konsentrasi suatu zat untuk mendukung kerja enzim
  • Memasukkan gula, asam amino, dan nutrien lain yang diperlukan sel
  • Mengatur konsentrasi ion anorganik di dalam sel, contohnya ion NA+, K+, Ca2+, dan Cl-.
  • Memasukkan oksigen (O2) dan mengeluarkan karbondioksida (CO2) pada proses respirasi sel.

Sifat transpor pada membran plasma

Membran plasma mempunyai sifat selektif, yaitu mampu memilih zat yang dapat melaluinya. Hal tersebut berkaitan dengan sifat permeabilitas membran. 

Beberapa sifat permeabilitas membran adalah sebagai berikut:

  • Permeabel, dapat dilalui oleh semua zat
  • Impermeabel, tidak dapat dilalui oleh semua zat
  • Permeabel diferensial (selektif permeabel), hanya dapat dilalui oleh beberapa jenis zat. Contohnya adalah membran semipermeabelyang terdapat pada nukleus, vakuola makanan (kontraktil), dan membran plasma.

Macam - Macam Mekanisme Transportasi Membran Plasma

Transportasi zat melalui membran plasma dibedakan atas 2 macam, yaitu transpor pasif  dan transpor aktif.

1. Transpor pasif pada membram sel

Transpor pasif merupakan transportasi sel yang dilakukan melalui membran plasma tanpa membutuhkan energi. Disebut transpor pasif karena sel tidak harus mengeluarkan energi agar proses transpor tejadi. Transpor pasif terjadi karena adanya perbedaan konsentrasi antara zat yang berada di dalam sel dengan zat yang berada di luar sel.

Transpor pasif meliputi 

a. Difusi

Difusi adalah penyebaran molekul-molekul zat padat, cair, ataupun gas dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah sehingga konsentrasi menjadi sama (isotonis).

Sebagai contoh, ketika memasukkan 1 sendok garam dapur ke dalam segelas air. Tanpa diaduk, molekul garam akan menyebar ke seluruh air di dalam gelas dan air akan terasa asin jika kita cicipi (difusi zat padat pada medium cair). Molekul-molekul kecil, seperti H2O, CO2, dan O2 dapat dengan mudah dan cepat melalui membran

b. Osmosis.

Osmosis adalah difusi molekul air melalui membran selektif permeabel, dari larutan berkonsentrasi rendah (hipotonis) ke larutan yang berkonsentrasi tinggi (hipertonis) sampai akhirnya larutan menjadi sama konsentrasinya/seimbang (isotonis). Larutan yang memiliki konsentrasi rendah berarti mengandung molekul air lebih banyak daripada larutan yang memiliki konsentrasi tinggi.

2. Transpor Aktif pada Membran Sel

Transport aktif merupakan pemindahan zat terlarut melawan gradien konsentrasi, melintasi membran plasma dari satu sisi yang konsentrasi zat terlarutnya kurang ke sisi yang konsentrasi zat terlarutnya lebih tinggi, dengan menggunakan energi metabolisme sel tersebut.

Kerja transpor aktif dilakukan oleh protein spesifik yang tertanam dalam membran.

ATP menyediakan energi untuk sebagian besar transpor aktif.

Cara ATP menggerakkan transpor aktif ialah dengan mentransfer gugus fosfat terminalnya langsung ke protein transpor. Hal ini menginduksi protein untuk mengubah konformasinya dalam suatu cara yang bisa mentranslokasikan suatu zat terlarut yang terikat pada protein ini melintasi membrannya.

Mekanisme transpor pada membran plasma secara aktif terjadi karena molekul tidak bisa dilewatkan secara langsung melewati fosfolipid bilayer atau karena jumlah molekul di luar sel yang lebih sedikit. Molekul yang mengalami kesulitan untuk melewati membran sel umumnya terjadi karena interaksi antara membran plasma bersifat hidrofobik non polar dengan molekul yang bersifat hidrofilik dan atau polar. Selain itu, ukuran molekul yang besar juga merupakan faktor penghambat untuk melewati membran plasma.

a. Pompa ion

Pompa ion membangkitkan tegangan (energi potensial listrik karena pemisahan muatan yang berlawanan) melintasi membran atau potensial membran. Sitoplasma sel bermuatan negatif dibandingkan dengan fluida ekstraseluler disebabkan oleh distribusi anion dan kation pada sisi membran yang berlawanan yang tidak sama. Potensial membran berkisar dari -50 hingga -200 milivolt (tanda minus menunjukkan bahwa di dalam sel bersifar negatif debandingkan dengan di luarnya).

b. Kotranspor

Kotranspor merupakan transpor serentak oleh protein membran. Difusi mengikuti gradien kosentrasi oleh suatu zat terlarut menggerakkan transpor melawan gradien kosentrasi zat terlarut lainnya.

Contoh: pada tumbuhan terjadi kotranspor sukrosa-H+. Tumbuhan menggunakan kotranspor ini untuk memuat sukrosa yang dihasilkan oleh fotosintesis ke dalam sel melalui urat daun. Jaringan vaskular tumbuhan kemudian dapat mendistribusikan gula ke organ-organ nonfotosintetik, misalnya akar.

c. Eksositosis dan Endositosis

a). Eksositosis

Pelepasan zat dari dalam sel dengan cara fusi (penggabungan) vesikula dengan membran plasma sel.

b). Endositosis

Sel mengambil molekul biologis dan partikel dengan cara membentuk vesikel baru dari membran plasma.


Demikianlah artikel yang berjudul Mekanisme Transpor Pada Membran Sel. Apabila ada kekurangan ataupun kekeliruan dalam penulisan artikel ini, Pustaka Pengetahuan mengucapkan mohon maaf yang sebesar - besarnya. Silahkan tinggalkan pesan yang bijak pada kolom komentar yang tersedia. Terima kasih sudah mengunjungi, semoga bermanfaat.

Bahan bacaan lainnya, dapat membantu tugas sekolah klik Berbagai Reviews

Untuk menambah wawasan dan pengetahuan, silahkan klik Baraja Farm

Tutorial cara budidaya silahkan klik Baraja Farm Channel

Media sosial silahkan klik facebook

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar