Senin, 11 Desember 2023

Sejarah Dan Tokoh Perkembangan Geografi

| Senin, 11 Desember 2023
sejarah geografi

     Sahabat Pustaka Pengetahuan, jika pada saat menuju sekolah kita tentu melakukan sebuah perjalanan menuju sekolah. Perjalan ini, baik dengan berjalan kaki maupun menggunakan sarana transportasi lainnya. Pada saat kita melakukan perjalanan menuju ke sekolah yang baru, setiap harinya mungkin kita akan melewati daerah persawahan dan permukiman. Jika kita mengamati dan memperhatikan daerah persawahan pada umumnya berdekatan dengan aliran sungai atau saluran irigasi, dan daerah permukiman umumnya berdekatan dengan jalan raya, pertokoan, dan pasar.

Sejarah Geografi dan Tokoh Geografi 

Dalam pemahaman tentang bumi dimiliki manusia sejak ada di muka bumi ini. Sejak lahir manusia memerlukan berbagai unsur yang ada di bumi. Unsur tersebut seperti udara yang bersih, makanan, pakaian, dan permukiman. Adanya tuntutan pemenuhan berbagai kebutuhan hidup yang tidak diperoleh dari lingkungan tempat tinggalnya dan adanya hasrat keingintahuan tentang benda serta gejala yang ada di permukaan bumi. Mendorong setiap manusia untuk mengadakan perjalanan ke daerah di luar tempat tinggalnya. 

Dalam perkembangan sistem pengetahuan turut mendorong manusia untuk mengenal alam dan lingkungannya lebih jauh. Contohnya, perdagangan antardaerah telah mendorong manusia untuk mengenal daerah di luar wilayahnya. Dari hasil kunjungan tersebut, mereka dapat mengenal kondisi alam, penduduk, dan kondisi lainnya. Berbagai hasil perjalanannya tersebut kemudian disampaikan kepada orang lain sehingga orang lain tertarik untuk mengunjunginya. Berawal dari perjalanan inilah munculnya ilmu geografi. 

Sedangkan orang yang kali pertama menggali tentang pengertian tentang geografi berkebangsaan Yunani. Perkembangannya diawali upaya melepaskan diri dari alam pikiran dan kepercayaan. Kemudian dipengaruhi kepercayaan bahwa dewa-dewa turut campur dalam segala bentuk kejadian di bumi. 

Sejalan dengan Abad Kegelapan geografi di Eropa, muncullah kebudayaan Islam sehingga geografi mendapatkan perhatian penting. Geografi banyak digunakan bagi kepentingan perdagangan dan penyebaran agama Islam. 

Perkembangan ilmu pengetahuan di Eropa sempat mengalami kemunduran pada abad kegelapan. Akhirnya berkembang kembali setelah berakhirnya Perang Salib dan kemunculan zaman Renaissance di Eropa. Pada abad XV sampai sekarang, geografi banyak mengemukakan tentang kajian alam dan berbagai aspek kehidupan di permukaan bumi. 

Pengertian Geografi

Pengertian geografi adalah ilmu yang mempelajari atau mengkaji segala fenomena yang ada di permukaan bumi, seperti penduduk, flora, fauna, batuan, iklim, tanah, air, dan interaksi yang terjadi antara fenomena-fenomena tersebut.

Geografi merupakan ilmu yang mempelajari tentang hubungan, persamaan, dan perbedaan antar ruang di Bumi. Adapun pusat kajian geografi adalah hubungan manusia dan lingkungannya. Geografi secara umum dapat dibagi menjadi dua cabang keilmuan, yaitu geografi fisik dan geografi manusia

Definisi Geografi Menurut Para Ahli

Adapun definisi geografi banyak dikemukakan oleh para ahli, antara lain sebagai berikut:

1. Eratosthenes (276-194 SM)

Menurutnya Eratosthenes, geografi berasal dari kata "geographica" yang artinya penulisan atau penggambaran bumi.

2. Claudius Ptolomeus

Menurut Claudius Ptolomeus, geografi adalah suatu penyajian sebagain atau seluruh permukaan bumibersama fenomena yang terkandung di dalamnya dalam bentuk peta.

3. Immanuek Kant

Menurut Immanuek Kant, geografi adalah disiplin ilmu yang memiliki objek studi berupa benda-benda atau gejala-gejala yang tersebar dan berasosiasi dalam ruang.

4. Bintarto

Menurut Bintarto, geografi adalah ilmu pengetahuan yang menceritakan, menerangkan sifat-sifat bumi, serta mempelajari hubungan kausal gejala-gejala dipermukaan bumi, baik bersifat fisik maupun yang menyangkut kehidupan makhluk hidup beserta permasalahannya melalui pendekatan kerauangan, kelingkungan, dan regional untuk kepentingan program, proses, dan keberhasilan pembangunan.

5. Ikatan Geografi Indonesia (IGI)

Menurut Ikatan Geografi Indonesia (IGI), geografi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari persamaan dan perbedaan geosfer dengan menggunakan pendekatan kelingkungan dan kewilayahan dalam konteks keruangan.

Tokoh – Tokoh Geografi

Geografi sejak munculnya sebagai suatu disiplin ilmu, banyak tokoh yang memberikan batasan mengenai kajian geografi. Para tokoh tersebut di antaranya sebagai berikut. 

1. Erathosthenes 

tokoh geografi

Erathosthenes ialah orang pertama yang paling berjasa memperkenalkan istilah geografi. Berasal dari kata Geographika artinya Writing about Earth or Description of The Earth. Erathosthenes membuktikan bahwa bumi itu berbentuk bola. Hal ini dibuktikan melalui pengukuran pada saat matahari berada di Belahan Bumi Utara tepatnya di Kota Aswan (Seyne) dengan membuat sumur sehingga sinar matahari tepat tegak lurus di atas sumur tersebut. Pembuktian ini dilanjutkan dengan membandingkan sudut datang sinar matahari di Kota Iskandariah sehingga diperoleh hasil bahwa keliling bumi berjarak 252.000 stadia (1 stadia = 157 meter). Hasil dari peng- ukuran tersebut sama dengan keliling bumi yang sebenarnya. 

2. Crates 

tokoh geografi

Crates ialah orang yang mengembangkan hasil pengukuran Erathosthenes menjadi sebuah globe pertama dalam bentuk yang sederhana. Crates membuat tiga benua tambahan sebagai penyeimbang globe yang dibuatnya. Pandangan Crates melahirkan konsep Antipoda atau benua selatan yang besar dan dikenal dengan nama Terra Australis. 

3.  Claudius Ptoleumaeus 

perkembangan geografi

Claudius Ptoleumaeus dianggap sebagai peletak dasar geografi yang pertama. Dalam bukunya yang berjudul Geographike Unphegesis, Ptolemaeus memberikan batasan geografi. Geografi adalah suatu penyajian dengan menggunakan peta yang menunjukkan kenampakan umum di muka bumi. 

4.  Bernhardus Varenius 

tokoh geografi

Bernhardus Varenius mengemukakan pendapat bahwa dalam geografi terdapat dualisme. Pada satu pihak geografi mempelajari proses dan fenomena yang bersifat alamiah. Selain itu di lain pihak kajian dari disiplin ilmu geografi mempelajari fenomena sosial dan budaya yang terjadi dan berkembang dalam masyarakat. 

Atas dasar inilah Varenius membagi geografi menjadi dua bagian, yaitu sebagai berikut. 

a. Geografi Generalis, yang mencakup tiga bagian sebagai berikut. 

  • Teresterial, yaitu pengetahuan bumi sebagai keseluruhan bentuk dan ukurannya. 
  • Falakiah, yaitu membicarakan relasi bumi dengan planet dan bintang-bintang di jagat raya. 
  • Komparatif, yaitu menyajikan deskripsi mengenai bumi secara keseluruhan. 

b. Geografi Sosialis, dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sebagai berikut. 

  • Aspek langit, yaitu secara khusus membicarakan keadaan iklim. 
  • Aspek permukaan bumi, yaitu menyajikan relief,  flora dan fauna di berbagai negara. 
  • Aspek manusia, yaitu membicarakan berbagai penduduk, perdagangan, dan pemerintahan di berbagai negara. 

5. Immanuel Kant 

ahli geografi

Immanuel Kant dianggap sebagai peletak dasar geografi modern dan pengembang paham fisis determinis. Beliau menganggap geografi sebagai suatu disiplin ilmiah. Menurut Kant, ilmu pengetahuan dapat dipandang dari tiga sudut yang berbeda, yaitu sebagai berikut. 

  • Ilmu pengetahuan yang menggolong-golongkan fakta berdasarkan jenis objek yang mempelajarinya disebut ilmu pengetahuan sistematik. Misalnya, Botani, Geologi, dan Sosiologi. 
  • Ilmu pengetahuan yang memandang gabungan antarfakta sepanjang masa. Ilmu pengetahuan yang mempelajarinya adalah Sejarah. 
  • Ilmu pengetahuan yang memandang fakta-fakta yang berkenaan dengan ruang. Ilmu pengetahuan yang mempelajarinya adalah Geografi. 

6.  Alexander von Humbolt 

tokoh - tokoh geografi

Alexander von Humbolt memberikan batas-batas di antara ilmu pengetahuan dan membaginya ke dalam tiga golongan, yaitu sebagai berikut. 

  • Physiography, ilmu yang sistematik. 
  • Naturchicte, penekanannya terhadap semua hal yang berhubungan dengan waktu.
  • Geognesie oder weltbeschreibung, uraian tentang bumi atau dunia yang membahas mengenai persebaran pola keruangan. 
Berdasarkan tulisannya mengenai kajian geografi, Humbolt dikenal sebagai peletak dasar geografi fisika modern. 

7. Karl Ritter 

ahli geografi

Karl Ritter berpendapat bahwa alam menjadi faktor utama. Faktor alam menentukan gejala kemanusiaan (fisis determinis). Ritter dikenal sebagai peletak dasar geografi sosial. Pada awalnya banyak ahli geografi yang menganut paham fisis determinis. Semenjak abad XIX banyak ahli geografi yang berupaya meninggalkan faham fisis determinis. Terutama paham yang dikem- bangkan Paul Vidal de la Blace yang dikenal pelopor aliran Prancis, yaitu possibilisme.  

Menurut aliran possibilisme alam hanya menawarkan beberapa kemungkinan terhadap manusia dan manusia sendiri yang memilih kemungkinan-kemungkinan tersebut. Manusia memiliki akal dan pikiran untuk memperbaiki kehidupannya melalui kemungkinan yang ditawarkan alam.    


Demikianlah artikel yang berjudul Sejarah Dan Tokoh Perkembangan Geografi. Apabila ada kekurangan ataupun kekeliruan dalam penulisan artikel ini, Pustaka Pengetahuan mengucapkan mohon maaf yang sebesar - besarnya. Silahkan tinggalkan pesan yang bijak pada kolom komentar yang tersedia. Terima kasih sudah mengunjungi, semoga bermanfaat.

Bahan bacaan lainnya, jika membantu tugas sekolah silahkan klik Berbagai Reviews

Untuk menambah wawasan dan pengetahuan, silahkan klik Baraja Farm 

Tutorial cara budidaya silahkan klik Baraja Farm Channel  

Media sosial silahkan klik facebook

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar