Rabu, 16 Agustus 2023

Transpor Pasif Pada Membran Plasma

| Rabu, 16 Agustus 2023
Seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya, bahwa mekanisme transport pada membran sel merupakan proses masuknya molekul melewati membran sel. Dengan berbagai macam molekul seperti glukosa, oksigen, dan karbondoksida selalu melewati membran sel untuk keluar - masuk sel dalam proses metabolisme. Dan transportasi zat melalui membran plasma dibedakan atas 2 macam, yaitu transpor pasif  dan transpor aktif. Namun, pada artikel pustakapengetahuan.com kali ini, hanya menampilkan tentang transpor pasif.

Transpor Pasif.

Pengertian transpor pasif merupakan transportasi sel yang dilakukan melalui membran plasma tanpa membutuhkan energi. Transport pasif adalah transport ion, molekul, dan senyawa yang tidak memerlukan energi untuk melewati membran plasma. Transport pasif mencakup osmosis dan difusi. Namun, transpor pasif sel tidak harus mengeluarkan energi agar proses transpor tejadi. Transpor pasif terjadi karena adanya perbedaan konsentrasi antara zat yang berada di dalam sel dengan zat yang berada di luar sel. Transpor pasif mencakup difusi dan osmosis.

Difusi

transpor pasif


Pengertian difusi adalah penyebaran molekul - molekul zat padat, cair, ataupun gas dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah sehingga konsentrasi menjadi sama (isotonis). Sebagai contoh, ketika memasukkan 1 sendok garam dapur ke dalam segelas air. Tanpa diaduk, molekul garam akan menyebar ke seluruh air di dalam gelas dan air akan terasa asin jika kita cicipi (difusi zat padat pada medium cair). Molekul-molekul kecil, seperti H2O, CO2, dan O2 dapat dengan mudah dan cepat melalui membran. Molekul lain yang dapat berdifusi ialah molekul yang dapat larut dalam lemak. Molekul-molekul ini dapat berdifusi menembus membran fospolipida, contohnya asam lemak dan gliserol.Contoh peristiwa difusi sebagai berikut : 
  • Setetes parfum akan menyebar keseluruh ruangan (difusi gas)
  • Setetes tinta akan menyebar keseluruh air di dalam gelas (difusi zat cair)
  • Molekul dari sesendok garam akan menyebar ke seluruh air di dalam gelas (difusi zat padat)
Molekul hidrofobik dan molekul polar tak bermuatan yang berukuran kecil dapat berdifusi menuruni gradien konsentrasinya secara spontan melalui membran ganda fosfolipid pada sel. Gradien konsentrasi itu sendiri merupakan energi potensial yang mendukung dan mengarahkan pergerakan molekul. Proses difusi sering terjadi pada tubuh kita. Ketika menghirup udara(bernapas), di dalam tubuh akan terjadi pertukaran gas antarsel melalui proses difusi. Contoh lain proses difusi adalah saat kita membuat minuman sirup. Sirup yang kita larutkan dengan air akan bergerak dari larutan yang konsentrasinya tinggi ke larutan yang konsentrasinya rendah.

Difusi dipengaruh oleh beberapa faktor, antara lain konsentrasi zat, ukuran zat, wujud zat, dan suhu. Gradien konsentrasi yang berbeda di antara dua tempat yakni luar sel dan dalam sel mengakibatkan proses difusi berlangsung dengan cepat. Proses difusi akan berjalan dengan lambat, apabila ukuran zat lebih besar. Termasuk juga wujud zat padat yang akan melambatkan terjadinya proses difusi dibandingkan wujud cair dan gas. Sementara itu, suhu yang tinggi akan membuat proses difusi berjalan lebih cepat.

Osmosis

Pengertian osmosis adalah difusi molekul air melalui membran selektif permeabel, dari larutan berkonsentrasi rendah (hipotonis) ke larutan yang berkonsentrasi tinggi (hipertonis) sampai akhirnya larutan menjadi sama konsentrasinya/seimbang (isotonis). Larutan yang memiliki konsentrasi rendah berarti mengandung molekul air lebih banyak daripada larutan yang memiliki konsentrasi tinggi. Untuk memahami peristiwa osmosis, perhatikan gambar berikut. 

transpor pasif
                                                                   Gambar 2. Osmosis

Air akan berpindah dari A menuju B melalui membran semi permeabel sehingga diperoleh hasil larutan isotonis, yaitu konsentrasi air sama untuk dua larutan antara A dan B, walaupun hasil akhirnya nanti volume antara A dan B berbeda. Suatu larutan memiliki potensial osmosis, yaitu tekanan osmosis dalam larutan. Tekanan osmosis adalah tekanan yang diperlukan untuk menahan pergerakan pelarut (air) melalui membran selektif permeabel. Osmosis dapat menjaga keseimbangan konsentrasi larutan di dalam sel dengan konsentrasi larutan di luar sel suatu organisme. Contoh peristiwa osmosis adalah air laut yang meskipun memiliki beragam jenis zat terlarut, molekul airnya tetap akan bergerak ke larutan gula yang konsentrasinya sangat tinggi.

Air masuk ke dalam sel jika konsentrasi larutan dalam sel lebih tinggi daripada larutan di luar sel. Jika terlalu banyak air masuk ke dalam sel, sel akan menggembung, bahkan mungkin akan pecah. Sebaliknya, jika konsentrasi larutan di luar sel lebih tinggi daripada konsentrasi larutan di dalam sel, air sel akan keluar. Jika air sel banyak keluar, sel akan mengerut bahkan mengalami plasmolisis (terlepasnya membran plasma dari dinding sel) ditemukan pada tumbuhan.

Proses osmosis pada sel hewan terjadi saat kondisi sel dengan lingkungannya ingin dipertahankan. Cara yang dilakukan adalah dengan mempertahankan konsentrasi zat dalam sel dengan konsentrasi zat luar sel agar selalu sama. Apabila sel berada pada larutan hipertonik maka air di dalam sel akan keluar dari dalam sel sehingga sel mengerut. Peristiwa ini dinamakan penyusutan sel atau krenasi, yang dapat menyebabkan sel mati. Sebaliknya, jika sel berada pada konsentrasi larutan lebih tinggi dibandingkan lingkungan luarnya, air di luar sel akan masuk secara osmosis ke dalam sel yang menyebabkan sel membengkak bahkan pecah (lisis). Kejadian ini akan mengkibatkan sel pecah atau terjadi hemolisis. Contohnya eritrosit akan mengalami hemolisis jika dimasukkan ke dalam air (akuades).

hemolisis
                                                   Gambar 3. Plasmolisis, turgid, hemolisis

Keadaan hemolisis juga dapat terjadi pada sel tumbuhan. Sel tumbuhan yang berada pada kondisi hipotonik, misalnya air, bisa mengalami pembengkakan. Kondisi yang dialami sel tumbuhan ini disebut kondisi turgid atau tekanan turgor. Sebaliknya, sel tumbuhan dapat pula mengalami kondisi hipertonik. Kondisi yang demikian akan mengakibatkan cairan protoplasma di dalam sel menyusut melewati dinding sel. Peristiwa seperti ini dinamakan plasmolisis.


Demikianlah artikel yang berjudul Transpor Pasif Pada Membran Plasma. Apabila ada kekurangan ataupun kekeliruan dalam penulisan artikel ini, Pustaka Pengetahuan mengucapkan mohon maaf yang sebesar - besarnya. Silahkan tinggalkan pesan yang bijak pada kolom komentar yang tersedia. Terima kasih sudah mengunjungi, semoga bermanfaat.

Bahan bacaan lainnya, dapat membantu tugas sekolah klik Berbagai Reviews

Untuk menambah wawasan dan pengetahuan, silahkan klik Baraja Farm

Tutorial cara budidaya silahkan klik Baraja Farm Channel

Media sosial silahkan klik facebook

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar