Rabu, 07 September 2022

Sifat Koligatif Larutan

| Rabu, 07 September 2022
larutan elektrolit dan nonelektrolit

Kita tentu pernah lihat atau melakukan sendiri, bikin kopi panas. Pada saat air panas sudah dituang ke gelas berisi kopi dan gula, setelah itu diaduk - aduk. Maka kita sudah tidak bisa lagi melihat gula. Alasannya karena gula sudah larut sempurna pada air panas dan tidak akan bisa dipisahkan lagi. Campuran antara gula dan air panas itu yang disebut sebagai larutan. Dengan kata lain, larutan adalah campuran antara dua atau lebih zat terlarut dan zat pelarut. Dalam peristiwa ini, yang menjadi zat terlarut adalah gula, sedangkan yang menjadi zat pelarut adalah air panas.


Pengertian sifat koligatif larutan

Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tidak bergantung pada jenis zat terlarut tetapi hanya bergantung pada konsentrasi partikel zat terlarutnya. Sifat koligatif larutan terdiri dari dua jenis, yaitu sifat koligatif larutan elektrolit dan sifat koligatif larutan nonelektrolit. 


Larutan elektrolit dan nonelektrolit

Berdasarkan daya hantar listriknya, larutan terbagi menjadi dua jenis. Ada larutan elektrolit dan nonelektrolit

Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Hal ini karena larutan elektrolit dapat menghasilkan ion-ion yang bergerak bebas dalam larutannya. Contohnya itu larutan garam (NaCl), perhatikan peristiwa kimia di bawah ini 


NaCl(s) + H2O(l) → Na+(aq) + Cl-(aq)


Pada reaksi di atas, terlihat bahwa jika sebuah senyawa NaCl dilarutkan ke dalam air, maka akan dihasilkan ion Na+ dan ion Cl-. Dengan demikian, jumlah ion terlarutnya menjadi dua ion.

Larutan nonelektrolit malah kebalikannya. Larutan nonelektrolit tidak dapat menghantarkan arus listrik karena molekul - molekul terlarutnya tidak terionisasi di dalam larutanya. Hal ini menyebabkan tidak terbentuknya beda potensial dalam larutan, sehingga listrik tidak dapat mengalir. Contoh dari larutan nonelektrolit adalah larutan gula seperti glukosa, sukrosa dan maltosa, larutan urea (CON2H4), serta larutan alkohol seperti metanol, etanol dan propanol.


Sifat koligatif larutan 

Sifat koligatif larutan merupakan sifat larutan yang tidak bergantung pada jenis dan ukuran zat terlarut, tetapi hanya bergantung pada jumlah  partikel zat terlarut. 

Contohnya, apabila kita akan melarutkan gula dengan air panas dalam jumlah yang berbeda. Jadi, ada dua gelas larutan gula ceritanya. Jika gelas yang pertama, dilarutkan 3 sendok teh gula dengan 500 ml air. Sementara itu, untuk gelas kedua, larutkan 5 sendok teh gula dengan jumlah air yang sama, yaitu 500 ml juga. Karena gula merupakan zat terlarut, dan jumlahnya lebih banyak di gelas kedua, maka sifat koligatif larutan gelas kedua akan lebih besar dibandingkan sifat koligatif larutan di gelas pertama.


Sifat koligatif larutan meliputi :

a. Penurunan tekanan uap (∆P)

Penguapan adalah proses lepasnya partikelpartikel cairan ke udara di atasnya dan berubah menjadi fasa gas (uap). Banyaknya uap yang terbentuk di atas permukaan zat cair dinamakan dengan tekanan uap.

Ketika partikel-partikel zat cair meninggalkan kelompoknya menjadi uap, di saat yang bersamaan uap tersebut akan kembali menjadi zat cair. Tekanan yang ditimbulkan pada saat terjadi kesetimbangan antara jumlah partikel zat cair menjadi uap dan jumlah uap menjadi zat cair disebut tekanan uap jenuh. Tekanan uap jenuh yaitu tekanan uap larutan di saat terjadi kesetimbangan antara jumlah partikel zat cair menjadi uap dan jumlah uap menjadi zat cair dalam ruangan tertutup.

b. Kenaikan titik didih (∆Tb)

Titik didih adalah titik dimana air mendidih, Titik didih terjadi pada saat tekanan uap larutan sama dengan tekanan udara luar. Titik didih normal suatu cairan merupakan suhu pada saat tekanan uap sama dengan tekanan 1 atm.

Misalnya titik didih normal air adalah 100 oC. Titik didih air di daerah yang memiliki

tekanan lebih rendah seperti daerah pegunungan akan lebih rendah dari 100 oC. Semakin rendah tekanan udara luar, maka semakin rendah titik didih, sehingga air lebih cepat mendidih di tempat tinggi.

Perbedaan menguap dan mendidih, yaitu:

  • Menguap perubahan wujud dari cair menjadi uap tidak diseluruh bagian air terjadi pada suhu berapapun.
  • Mendidih naik dan pecahnya uap air ke permukaan air terjadi di permukaan air terjadi pada titik didih tertentu.

c. Penurunan titik beku (∆Tf)

Kondisi yang membedakan antara fase padat, cair, dan gas pada suatu cairan adalah jarak antara partikel (molekul – molekul) cairan. Titik beku adalah titik dimana air mulai membeku. Titik beku normal suatu zat adalah suhu pada saat zat meleleh atau membeku pada tekanan 1 atm (keadaan normal). Jika suatu zat terlarut ditambahkan pada suatu pelarut murni hingga membentuk larutan maka titik beku pelarut murni akan mengalami penurunan.

d. Tekanan osmotik (π)

Peristiwa osmosis adalah proses perpindahan molekul pelarut dari larutan encer ke larutan yang lebih pekat atau dari pelarut murni ke suatu larutan melalui selaput semipermeable. Peristiwa osmosis akan berlangsung hingga dicapai suatu kesetimbangan.



Demikianlah artikel yang berjudul "Sifat Koligatif Larutan". Apabila ada kesalahan ataupun kekurangan, pustakapengetahuan.com mengucapkan mohon maaf yang sebesar - besarnya. Silahkan tinggalkan komentar yang sifatnya membangun artikel ini untuk menjadi lebih baik. Terima kasih sudah mengunjungi pustakapengetahuan.com dan semoga bermanfaat.

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar