Kumpulan artikel tentang Pengetahuan, pendidikan dan dunia

Kamis, 29 Februari 2024

Daun : Pengertian, Fungsi, Macam - Macam, Variasi, Bentuk, Kelengkapan

| Kamis, 29 Februari 2024
bentuk - bentuk daun

Sahabat pustaka pengetahuan, daun merupakan sebuah simbol kehidupan dan keindahan alam dan juga bagian vital dari ekosistem bumi yang menakjubkan. Menghijau di pepohonan atau menghampar di tanah, mereka menyimpan keajaiban dan manfaat yang luar biasa. Dari proses fotosintesis hingga sumber inspirasi seni, mari jelajahi keberagaman dan keindahan dunia daun.

Pengertian Daun

Daun adalah salah satu bagian tanaman yang tumbuh berhelai-helai pada ranting sebagai alat bernapas dan mengolah zat makanan. Dalam situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), daun merupakan tempat terjadinya proses fotosintesis. Pada umumnya daun berbentuk tipis, lebar dan berwarna hijau.

Daun merupakan bagian penting dari tumbuhan yang umumnya tumbuh dari batang atau cabang dan berfungsi untuk melakukan proses fotosintesis, yaitu proses di mana tumbuhan menggunakan energi cahaya matahari untuk mengubah air dan karbon dioksida menjadi glukosa dan oksigen.

Fungsi Daun

Daun merupakan salah satu organ pokok pada tumbuhan yang umumnya lebar dan tipis. Umumnya daun berwarna hijau karena mengandung klorofil. Fungsi utama daun adalah sebagai tempat pengolahan zat-zat makanan (asimilasi). Selain itu juga berfungsi sebagai penguapan air (transpirasi) dan pernafasan (respirasi). Beberapa daun  dapat  berobah  menjadi  fungsi  tertentu  yang  dikenal  juga  dengan  daun terspesialisasi.  

Daun juga berperan dalam pertukaran gas, mengatur penguapan air melalui stomata, dan menyimpan nutrisi. Mereka memiliki berbagai bentuk, ukuran, dan tekstur yang disesuaikan dengan lingkungan dan fungsi masing-masing tumbuhan.

Macam - Macam Daun

Jika kita perhatikan daun pada berbagai tumbuhan, maka daun tersebut dapat 

dibedakan :  

  1. Daun Tunggal (folium simplex), yaitu jika pada tangkai daun hanya terdapat satu helaian daun saja.  
  2. Daun Majemuk (folium compositum), yaitu daun terdapat pada tangkai yang bercabang-cabang. Pada satu tangkai terdapat lebih dari satu daun.  

Variasi Daun

Jika kita perhatikan tumbuhan yang ada di sekitar kita, maka akan terlihat banyak sekali variasi daun antara satu tumbuhan yang satu dengan tumbuhan yang lainnya. Variasi daun tersebut dapat meliputi : kelengkapan daun, bentuk daun, ujung daun, pangkal daun, pinggir daun, bentuk pertulangan daun, daging daun dan permukaan daun. Hal lain yang juga terlihat pada daun adalah sendi daun, daun penumpu dan sifat heteroblastik dari daun.   

Kelengkapan Daun

daun

Jika kita perhatikan daun dari beberapa tumbuhan monokotil dan dikotil, maka akan terlihat perbedaannya dari bagian yang dipunyai daun tersebut. Bagian yang dipunyai daun tersebut dinamakan juga sebagai alat kelengkapannya, yang dapat dibedakan atas daun lengkap dan daun tidak lengkap. Daun lengkap adalah daun yang terdiri dari helaian daun (lamina), tangkai daun (petioles) dan pelepah daun (vagina). Sedangkan daun yang tidak lengkap adalah daun yang tidak mempunyai salah satu dari bagian-bagian tersebut. Berdasarkan hal tersebut, maka daun tidak lengkap dapat dibedakan lagi menjadi :  

  • Mempunyai tangkai dan helaian daun, disebut dengan daun bertangkai  
  • Mempunyai pelepah dan helaian daun, disebut dengan daun berupih  
  • Mempunyai helaian daun saja, disebut dengan daun duduk  
  • Mempunyai tangkai daun saja, disebut dengan daun semu atau daun palsu.  

Pada tumbuhan tertentu, tangkai daunnya menjadi pipih secara vertikal sehingga seperti helaian daun. Helaian daun ini disebut dengan helaian daun semu (filodium), contohnya dapat ditemukan pada tanaman Acasia sp.  

Bentuk  Daun (Circum Scriptio)

Circum Scriptio

Beraneka ragam bentuk daun yang terdapat pada tumbuhan. Secara garis besar, pinggir  daun  ditemukan  ada  yang  mempunyai torehan  dan  ada  pula  yang  tidak mempunyai torehan. Untuk memudahkan kita menentukan bentuk atau bangun suatu daun  yang  pinggirnya  bertoreh,  kita  harus  menghubungkan  ujung-ujung  torehan tersebut dengan membuat garis semu (Gambar 1.), seolah-olah tidak ada torehan lagi. Selanjutnya baru ditentukan bentuk daun berdasarkan empat hal, yaitu :  

  • Bagian yang terlebar di tengah-tengah helaian daun  
  • Bagian yang terlebar terdapat di bawah dari tengah helaian daun  
  • Bagian yang terlebar terdapat di atas dari tengah helaian daun  
  • Tidak ada bagian yang terlebar, dari pangkal sampai ujung sama besarnya.  

A. Bagian yang terlebar di tengah-tengah helaian daun 

  • Bundar (orbicularis), jika Panjang : lebar = 1 : 1. Contohnya daun teratai besar (Nelumbium nelumbo Druce)  
  • Jorong (ovalis/elipticus), jika Panjang : lebar = (1,5 – 2) : 1. Contohnya daun Nangka (Artocarpus integra Merr)  
  • Memanjang (oblongus), jika Panjang : lebar = (2,5 – 3) : 1. Contohnya daun sirsak (Annona muricata L.)  
  • Lanset (lanceolatus), jika Panjang : lebar = (3 – 5) : 1. Contohnya daun kamboja (Plumiera acuminata Ait.)  
  • Perisai (peltatus), jika daun tertanam pada bagian tengah. Contohnya daun keladi (Caladium bicolor L.)  

B. Bagian yang terlebar terdapat di bawah dari tengah helaian daun  

a). Pangkal daun tidak bertoreh  

  • Bulat telur (ovatus), contohnya pada bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.)  
  • Segitiga  (triangularis),  segitiga  sama  kaki,  contohnya  pada  kembang pukul empat (Mirabilis jalappa L.)  
  • Delta  (deltoides),  segitiga  sama  sisi,  contohnya  pada  daun  air  mata pengantin (Antigonon leptopus Hook.Et Arn.)  
  • Belah ketupat (rhomboideus), bangun segi empat, tetapi sisi-sisinya tidak sama Panjang, contohnya pada daun bengkuang (Pachyrrizus erosus Urb.). 

b). Pangkal daun  bertoreh (berlekuk)  

  • Jantung  (cordatus),  seperti  bulat  telur,  tetapi  pangkalnya  berlekuk, contohnya pada daun waru (Hibiscus tiliaceus L.)  
  • Ginjal  (reniformis),  pendek  dan  lebar  dengan  ujung  tumpul  atau membulat,  pangkal  berlekuk  dangkal,  contohnya  pada  daun  pegagan (Centella asiatica Urb.).  
  • Anak  panah  (sagitatus),  daun  berujung  runcing  dan  tajam,  pangkal berlekuk dalam dan lancip, contohnya daun enceng gondok (Sagittaria sagittifolia L.)  Tombak (hastatus), seperti bangun anak panah, tetapi bagian pangkal daun yang di kiri dan kanan tangkai mendatar, contohnya pada daun wewehan (Monocharia hastata Solms).  
  • Bertelinga (auriculatus), seperti bangun tombak, tetapi pangkal daun pada kiri kanan tangkai daun membulat, contohnya pada daun tempuyung (Sonchus asper Vill.)  

C. Bagian yang terlebar terdapat di atas dari tengah helaian daun  

  • Bulat telur sungsang/terbalik (obovatus), seperti bulat telur, tetapi bagian yang  lebar  terdapat  pada  ujung  daun.  Contohnya  pada  daun  sawo  kecik (Manilkara kauki Dub.).  Jantung sungsang/terbalik (obcordatus), seperti jantung tapi terbalik, tetapi bagian terlebar terdapat pada ujung daun. Contohnya daun semanggi gunung (Oxalis corniculata L.) dan daun sidaguri (Sida retusa L.).  
  • Segitiga terbalik atau pasak (cruneatum), seperti segitiga sama kaki, tetapi bagian terlebar terdapat pada ujung daun. Contohnya pada daun semanggi (Marsilea crenata Presl.)  
  • Sudip/spatel/solet (spathulatus), seperti bangun telur terbalik, tetapi bagian bawahnya  memanjang.  Contohnya  pada  daun  tapak  liman  (Elephantopus scaber L.), dan daun lobak (Raphanus sativus L.)  

D. Tidak ada bagian yang terlebar, dari pangkal sampai ujung sama besarnya.  

  • Garis (linearis), penampang melintang daun pipih dan daun amat panjang. Contohnya pada daun tumbuhan familia Gramineae   
  • Pita (ligulatus), menyerupai daun bangun garis, tetapi lebih panjang lagi. Juga banyak ditemukan pada tumbuhan familia Graminea. Contohnya daun jagung (Zea mays L.)  
  • Pedang (ensiformis), juga menyerupai daun bangun garis, tetapi daun tebal di bagian tengah dan tipis di bagian tepinya. Contohnya pada daun nenas sebrang (Agave sisalana Perr.)  
  • Paku/dabus (subulatus), bentuk daun seperti silinder, ujung runcing, seluruh bagian kaku. Contohnya pada daun cemara (Araucaria cuninghamii  Alt.)  
  • Jarum  (acerosus),  seperti  bangun  paku,  tetapi  lebih  kecil,  runcing  dan panjang. Contohnya pada daun Pinus mercusii Jungh. & De Vr.  

Demikianlah artikel yang berjudul Daun : Pengertian, Fungsi, Macam - Macam, Variasi, Bentuk, Kelengkapan. Apabila ada kekurangan ataupun kekeliruan dalam penulisan artikel ini, Pustaka Pengetahuan mengucapkan mohon maaf yang sebesar - besarnya. Silahkan tinggalkan pesan yang bijak pada kolom komentar yang tersedia. Terima kasih sudah mengunjungi, semoga bermanfaat.

Bahan bacaan lainnya, jika membantu tugas sekolah silahkan klik Berbagai Reviews  

Untuk menambah wawasan dan pengetahuan, silahkan klik Baraja Farm 

Tutorial cara budidaya silahkan klik Baraja Farm channel 

Media sosial silahkan klik facebook.com 

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar