Rabu, 21 September 2022

Homeostasis Dan Sistem Kontrol Homeostatik

| Rabu, 21 September 2022
homeostatik


Tubuh manusia merupakan suatu sistem yang terorganisir dan memiliki sistem pengaturan yang selalu saling berkoordinasi untuk mempertahankan kondisi tubuh agar selalu dalam keadaan stabil secara fisiologi. Jika terjadi gangguan secara fisiologi maka tubuh akan selalu merespon dan berusaha untuk dapat mengembalikan ke keaadaan normal melalui suatu mekanisme umpan balik negatif dan positif. Sebagai contoh jika tekanan darah kita turun, maka reseptor sensorik akan mengirimkan sinyal ke pusat kontrol di otak. Pusat kontrol ini akan mengirikan sinyal saraf ke dinding arteri untuk berkontriksi. Ketika tekanan darah naik sistem ini diaktivasi. Konsep ini dikenal dengan istilah homeostasis. 

Homeostasis merupakan istilah yang dikenal dalam ilmu biologi. Mungkin kita, menemukannya di buku - buku pelajaran saat sekolah jaman dulu. Dalam ilmu biologi, homeostasis adalah kecenderungan makhluk hidup untuk tetap mempertahankan kestabilan diri disaat lingkungan di sekelilingnya mengalami perubahan. Maka istilah ini cenderung berkebalikan dengan proses adaptasi manusia sebagai makhluk hidup.


Sejarah Homeostasis

Ada sebuah konsep pengaturan lingkungan internal dijelaskan oleh seorang fisiolog Prancis Claude Bernard pada tahun 1849, sedangkan kata homeostasis diciptakan oleh Walter Bradford Cannon pada tahun 1926. Lalu pada tahun 1932, Josep Barcroff, seorang ahli fisiologi Inggris, mengatakan bahwa fungsi otak yang lebih tinggi membutuhkan lingkungan internal yang paling stabil. Joseph Barcroft, menyatakan homeostasis tidak hanya diatur oleh otak, tetapi juga melayani otak. Homeostasis merupakan istilah biologis yang hampir eksklusif, yang merujuk pada konsep yang dijelaskan oleh Bernard dan Cannon, mengenai konstannya lingkungan internal tempat sel - sel tubuh hidup dan bertahan hidup. Istilah sibernetika diterapkan pada sistem kendali seperti termostat, yang berfungsi sebagai mekanisme untuk menjaga homeostasis, tetapi sering kali didefinisikan jauh lebih luas daripada istilah biologis homeostasis. Kata homeostasis sendiri menggabungkan kata Latin baru dari bahasa Yunani Kuno : ὅμοιος homoios, "mirip" dan στάσις stasis, "diam", yang menghasilkan gabungan kata "tetap sama".


Pengertian homeostasis

Homeostasis adalah proses dan mekanisme otomatis yang dilakukan makhluk hidup untuk mempertahankan kondisi konstan agar tubuhnya dapat berfungsi dengan normal, meskipun terjadi perubahan pada lingkungan di dalam atau di luar tubuh. Kondisi konstan ini meliputi berbagai variabel, seperti suhu tubuh dan keseimbangan cairan tubuh, yang dijaga dalam batas yang telah ditentukan (yang disebut rentang homeostasis). Contoh variabel lainnya yaitu pH cairan ekstraseluler, konsentrasi ion natrium, kalium, dan kalsium, serta kadar gula darah. Hal - hal ini perlu dijaga meskipun lingkungan, diet, dan aktivitas tubuh terus berubah. Setiap variabel ini dikendalikan oleh satu atau beberapa mekanisme yang bersama-sama mempertahankan keidupan.


Pembahasan Homeostasis Pada Manusia

Agar  tubuh  dapat  berfungsi  secara  optimal,  kondisi  di  dalam  tubuh  yang  disebut sebagai lingkungan internal (CES; cairan ekstrasel) harus diatur dengan sangat hati-hati. Oleh karena  itu  beberapa  variabel  penting,  seperti  suhu  tubuh,  tekanan  darah,  kandungan oksigen dan karbon dioksida dari darah, juga keseimbangan elektrolit secara aktif dipertahankan dalam batas fisiologi yang sempit.

Kemampuan sistem fisiologi tubuh untuk mempertahankan keadaan di dalam tubuh yang relatif konstan disebut homeostatis. Homeostatis (homeo artinya “yang sama”; statis artinya   “berdiri   atau   diam”).   Istilah   homeostatis   diperkenalkan   pertama   kali   oleh W.B.Cannon untuk menjelaskan berbagai proses fisiologik yang berfungsi untuk memulihkan keadaan normal setelah terjadi gangguan. Homeostasis ini sangat penting karena sel dan jaringan tubuh hanya akan tetap hidup dan dapat berfungsi secara efisien ketika kondisi internal ini dipertahankan dengan baik. Ini tidak dapat dikatakan bahwa lingkungan internal bersifat tetap dan tidak berubah. Tubuh selalu dihadapkan dengan perubahan lingkungan eksternal serta kegiatan dan aktivitas yang terjadi di dalam tubuh yang dapat merubah keseimbangan dari beberapa varibel penting. Sebagai contoh, sebagian besar reaksi metabolik di dalam sel kita membutuhkan oksigen dan glukosa. 

Senyawa ini kemudian harus diganti. Selain itu, reaksi ini menghasilkan limbah metabolik termasuk karbondioksida dan urea yang kemudian harus dikeluarkan dari tubuh. Oleh karena itu, lebih tepat dikatakan bahwa lingkungan internal dalam keadaan dinamis yang stabil, yang terus berubah, tetapi dimana kondisi optimal dipertahankan secara fisiologis. Semua sistem organ dalam tubuh, kecuali sistem reproduksi, berkontribusi dalam mempertahankan  homeostasis.

Sebagai contoh, saluran pencernaan mencerna makanan untuk memberikan nutrisi bagi tubuh. Sistem pernapasan memperoleh oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Sistem sirkulasi   mengangkut semua zat-zat   satu bagian ke bagian tubuh lainnya. Sistem renal menegeluarkan  limbah dan berperan dalam mengatur volume dan tekanan darah.

Mempelajari fisiologi tidak hanya mencakup kajian tentang bagaimana masing-masing sistem melakukan fungsinya, tetapi juga mekanisme yang terlibat yang mengatur kegiatan ini dalam mempertahankan homeostasis dalam berbagai kondisi. Sebagai contoh, kebutuhan tubuh sangat berbeda selama kondisi istirahat   dibandingkan dengan latihan. Bagaimana sistem organ menyesuaikan aktifitasnya dalam respon terhadap tingkat aktivitas fisik yang atau   ketika dihadapkan dengan perubahan lingkungan internal dan eksternal? Dalam mempertahankan homeostasis, tubuh harus mampu memantau dan merasakan perubahan dalam lingkunagan internal Kedua, harus mampu mengimbangi, atau melakukan penyesuaian,untuk perubahan ini. Ada dua sistem pengaturan dalam tubuh yang mempengaruhi aktivitas dari semua sistem organ lainnya sehingga homeostasis akhirnya dipertahankan, yaitu sistem saraf dan endokrin.


Sistem Kontrol Homeostatik

Sistem kontrol homeostatik dikelompokkan menjadi 2 kelas kontrol yaitu

1. Kontrol  intrinsik 

Kontrol  intrinsik (lokal) terdapat  di  dalam  dan  inherent  bagi  organ  tersebut. Contohnya ketika otot sedang beraktivitas yang tinggi dan menggunakan oksigen yang tinggi pula, maka kadar oksigen akan turun. Perubahan kimia lokal pada otot akan menyebakan pembuluh darah bervasodilatasi dan meningkatkan aliran darah ke otot sehingga kadar oksigen meningkat pula.

2. Kontrol ekstrinsik

Kontrol ekstrinsik, sebagian besar kontrol homeostatik dipertahankan dengan kontrol ini, mekanisme regulasi dimulai di luar suatu organ untuk menggubah aktivitas organ tersebut, mekanisme ini  dilakukan oleh sistem saraf  dan endokrin. Contohnya mekanisme untuk memulihkan tekanan darah ke tingkat yang sesuai. Dimana organ yang bekerja adalah sistem saraf jantung dan pembuluh darah di seluruh tubuh. Mekanisme kontrol homeostatik bekerja berdasarkan prinsip umpan balik. Ada dua jenis umpan balik yaitu:


mekanisme kontrol homeostatik


Umpan balik negatif (negative feedback), pada umpan balik negatif perubahan suatu faktor dikontrol secara homeostatis akan memicu respon yang berupaya untuk memulihkan faktor tersebut ke normal dengan menggerakkan faktor ke arah yang berlawanan dari perubahan awalnya. Contoh umpan balik negatif dapat dlihat pada gambar di bawah ini:


homeostasis

Umpan  balik  positif  (positive feedback),  pada umpan  balik positif perubahan pada variabel terkontrol memicu respon yang mendorong ke arah yang sama seperti awal perubahan  sehingga  perubahan  semakin  kuat.  Umpan  balik  positif  lebih  jarang  terjadi, namun umpan balik ini juga berperan penting dalam keadaan tertentu, misalnya pelepasan oksitosin yang semakin banyak dengan semakin besarnya tekanan pada serviks.


Fungsi Homeostatik dari Obat

Penyakit umumnya dibagi menjadi dua kategori: di mana patofisiologi melibatkan kegagalan internal beberapa proses fisiologis normal dan ini berasal dari beberapa sumber eksternal seperti infeksi bakteri atau virus. Dalam kasus kedua, individu tidak dapat dapat mempertahankan homeostasis, dan satu atau lebih variabel dalam lingkungan internal akan terganggu. Akibatnya, fungsi jaringan atau organ terganggu. Oleh karena itu, banyak obat- obatan saat ini digunakan dirancang untuk membantu tubuh dalam mempertahankan homeostasis ketika tubuh gagal dalam melakukan mekanisme pengaturan sendiri. Sebagai contoh, angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor, seperti enalapril, dan beta-blockers, seperti propanolol, menurunkan tekanan darah pada pasien dengan hipertensi idiopatik. Hiperglikemia pada pasien dengan diabetes melitus tipe 1. Suntikan insulin memungkinkan sel pasien untuk mengambil dan menyimpan glukosa, yang secara efektif menurunkan glukosa darah ke kisaran normal. Diuretik, seperti furosemid, mengurangi volume darah sehingga  mengurangi  beban  kerja  jantung  pada  pasien  dengan  gagal  jantung  kongestif. Dalam setiap gangguan ini, intervensi farmakologi diperlukan untuk membuat sistem organ dapat berfungsi secara efisien dan efektif mempertahankan kesehatan pasien.


Kesimpulan 

Homeostasis ini sangat penting karena sel dan jaringan tubuh hanya akan tetap hidup dan dapat berfungsi secara efisien ketika kondisi internal ini dipertahankan dengan baik. Proses dan aktivitas yang membantu untuk mempertahankan homeostasis disebut mekanisme homeostatik. Sel bekerja dengan baik ketika lingkungan di dalamnya tetap dalam keadaan stabil. Jika keseimbangan tidak dapat dipertahankan maka tubuh tidak akan dapat berfungsi secara efektif dan dapat mengalami gannguan atau sakit. Mekanisme kontrol homeostatik bekerja  berdasarkan prinsip umpan  balik.  Ada dua jenis umpan  balik  yaitu negatif dan positif.

Kebanyakan mekanisme homeostatik dijalankan oleh tubuh melalui umpan bailik negatif. Namun umpan balik positif juga berperan penting dalam keadaan tertentu, misalnya pelepasan oksitosin yang semakin banyak dengan semakin besarnya tekanan pada serviks. Contoh  dari  umapan  balik  negatif  yaitu  pelepasan  insulin  ke  dalam  darah  ketika  kadar glukosa darah dalam tubuh meningkat.

Aplikasi homeostatis dalam bidang farmasi dapat dicontohkan misalnya penggunaan obat-obatan dalam mempertahankan atau menormalkan kembali fungsi tubuh sehingga tubuh dapat menjalankan fungsinya secara efektif ketika individu tidak dapat mempertahankan homeostasis, dan satu atau lebih variabel dalam lingkungan internal akan terganggu. Akibatnya, fungsi jaringan atau organ terganggu. Penggunaan obat antihipertensi seperti enalapril untuk menurunkan dan mempertahankan tekanan darah ke kisaran normal, penggunaan insulin untuk menurunkan glukosa dan mempertahankan glukosa darah ke kisaran normal.


Demikianlah artikel yang berjudul Homeostasis Dan Sistem Kontrol Homeostatik. Apabila ada kekurangan ataupun kekeliruan dalam penulisan artikel ini, Pustaka Pengetahuan mengucapkan mohon maaf yang sebesar - besarnya. Silahkan tinggalkan pesan yang bijak pada kolom komentar yang tersedia. Terima kasih sudah mengunjungi, semoga bermanfaat.

Bahan bacaan lainnya, dapat membantu tugas sekolah klik Berbagai Reviews 

Untuk menambah wawasan dan pengetahuan, silahkan klik Baraja Farm 

Tutorial cara budidaya silahkan klik Baraja Farm Channel 

Media sosial silahkan klik facebook 


Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar