Jumat, 21 Juni 2019

Manusia Purba (Ancient Human), Pengertian, Sejarah, Jenis - Jenis dan Ciri - Ciri Manusia Purba.

| Jumat, 21 Juni 2019
Manusia Purba, berlawanan dengan manusia modern (Homo sapiens), pada periode dimulai dari 500.000 tahun lalu. Kategori-kategori tersebut biasanya mengikutkan Homo heidelbergensis, Homo rhodesiensis, Homo neanderthalensis, dan mungkin juga termasuk Homo antecessor. Manusia modern diteorikan berkembang dari manusia purba, yang berkembang dari Homo erectus. Jenis dari manusia purba dikelompokan di bawah nama binomial "Homo sapiens" karena ukuran otaknya sangat mirip dengan manusia modern.


Pengertian Manusia Purba

Manusia Purba adalah jenis manusia pada masa jaman prasejarah. manusia purba tersebut mempunyai jenis-jenis dan juga ciri-ciri masing-masing dari ciri-ciri ini bisa di ketahui jenis manusia purba tersebut dan juga dari Penelitian manusia purba dilakukan dengan melalui mengadakan suatu peneliatian penggalian wilayah yang diperkirakan ialah sebagai tempat hidup manusia purba.

Manusia purba disebut juga prehistoric people, yaitu jenis manusia yang hidup jauh sebelum tulisan di temukan. Jadi, manusia tersebut belum mengenal tulisan. Sudah diyakini bahwa manusia purba sudah mendiami bumi sekitar 4 juta tahun yang lalu. Manusia purba mempunyai volume otak yang lebih kecil daripada manusia modern jaman sekarang ini. tentunya hal ini sangat mempengaruhi kecerdasannya.

Manusia purba memiliki ukuran otak 1200 sampai 1400 kubik sentimeter, yang melebihi rentang pada manusia modern. Manusia purba dibedakan dari manusia modern anatomis dari tengkoraknya yang tebal, tonjolan bubung alis dan tidak menonjolnya dagu. 

Manusia modern anatomis muncul sekitar 200.000 tahun lalu dan setelah 70.000 tahun lalu (lihat teori bencana Toba) secara gradual meminggirkan jenis "purba". Jenis "non-modern" dari Homo dipastikan bertahan sampai 30.000 tahun lalu, dan mungkin sampai 10.000 tahun lalu. Yang mana, jika ada, dikelompokan di bawah istilah "manusia purba" hanyalah masalah definisi dan beragam di antara penulis. Namun, dan menurut penelitian genetik terbaru, manusia modern tampaknya kawin dengan "paling tidak dua kelompok" dari manusia purba: Orang Neanderthal dan Denisovan. 


Sejarah Manusia Purba

Jejak fosil manusia purba berada di bermacam-macam tempat di dunia. Di Indonesia jejak fosil manusia purba baru di ketahui di Jawa, yaitu di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Manusia purba Indonesia berasal dan masa quartair yaitu kira-kira kurang lebih 600 ribu tahun.

Seperti kalian lihat masa quartair terbagi menjad 2, yaitu masa dilluvium (pleistocen) dan masa alluvium (holocen). Masa dilluvium menurut  Dr. Von Koenigswald dibagi menjadi 3 lapisan yaitu, lapisan bawah, lapisan tengah dan lapisan atas. Pada setiap bagian atau lapisan terdiri dari fosil manusia purba.

Dilluvium Bawah

Dari lapisan ini di temukan sisa-sisa fosil dan 3 jenis manusia purba, yaitu:
Meganthropus Palaeojavanicus, Jenis ini dianggap paling tua dan fosilnya ditemukan di Sangiran.
Pithecanthropus Dubius, Fosilnya juga sama tempatnya yaitu di Sangiran.Para ahli masih bimbang  dalam memastikan fosil tersebut, betul-betul fosil manusia atau fosil kera. Oleh karena itu diberi nama pithecanthropus Dubius, yang artinya manusia kera yang ragu.
Pithecanthropus Robustus atau Plthecanthropus Mojokertensis, fosilnya juga di dapatkan di tempat yang sama pula Oleh sarjana Weidenreich, manusia purba itu di beri nama dengan Pithecanthropus Robustus, sedang Von Koenigswald menamainya Pithecanthropus Mojokertensis, Karena dia Iebih dulu menemukan fosil yang sama di Mojokerto.

Dilluvium Tengah

Jenis manusia purba yang Iebih muda di temukan oleh Dr. Eugene Dubois. manusia tersebut di beri nama  Pithecanthropus Erectus, yang artinya manusia kera dengan berjalur tegak.

Dilluvium Atas

Manusia purba yang termuda dari jenis lainnya masa dilluvium, di temukan di Ngandong dan di beri nama Homo Soloensis. Sedangkan jenis manusia purba yang sama dengan yang di temukan di Wajak (Tulungagung) itu di beri nama dengan sebutan Homo Wajakensis.

Jenis - Jenis Manusia Purba

Meganthropus Palaeojavanicus


Meganthropus Paleojavanicus - pustakapengetahuan.com


Meganthropus Palaeojavanicus ialah manusia raksasa dari Jawa kuno. Fosil manusia purba tersebut adalah jenis manusia purba paling tua yang pernah ditemukan di Indonesia. Penemunya ialah “Ralph von Koenzgswald” pada Fosil yang di temukan berupa rahang bawah dan juga atas gigi lepas. Dengan cara stratigrafi di ketahui bahwa fosil tersebut berada pada suatu lapisan Pu├žangan. Berdasarkan pada umur lapisan tanah, di perkirakan fosil Megantropus Paleojavanicus tersebut berumur 1-2 juta tahun.

Ciri - Ciri Meganthropus Palaeojavanicus
  • Berbadan tegap dengan tonjolan tajam di bagian belakang kepala
  • Bertulang pipi tebal, dengan tonjolan di bagian kening yang mencolok
  • Otot kunyah, gigi, dan rahang kuat dan besar
  • Makanannya jenis tumbuh-tumbuhan
  • Tidak berdagu.


Pithecanthropus


Pithecanthropus - pustakapengetahuan.com


Pithecanthropus ialah Manusia Kera. Fosil manusia purba jenis Pithecantropus yaitu jenis manusia purba yang paling banyak di temukan pada Indonesia. Dengan melalui cara stratigrafi, di ketahui fosil tersebut berada pada suatu lapisan Pucangan dan juga Kabuh. Berdasarkan pada umur lapisan tanah, di perkirakan bahwa fosil Pithecanthropus sangat bermacam -macam umurya, antara 30.000-2 juta tahun.

Ciri - Ciri Pithecantropus
  • Tinggi tubuhnya yaitu kira-kira 165 – 180 cm
  • Otot kunyah tidak sekuat Meganthropus
  • Hidung lebar dan juga tidak berdagu
  • Makanannya bervariasi tumbuhan serta daging hewan buruan
  • Badan tegap, tetapi tidak setegap Meganthropus
  • Tonjolan kening tebal dan melintang sepanjang pelipis.

Jenis - Jenis Pithecanthropus

Pithecanthropus Mojokertensis (manusia kera dari Mojokerto)

Fosil manusia purba tersebut di temukan oleh “Von Koenigswald” di dekat Mojokerto , jawa timur, pada tahun 1936. Dan Ffsil itu berbentuk tengkorak. Fosil ini disebut juga dengan “Pithecanthropus Robustua”.

Pithecanthropus Erectus (manusia kera yang berjalan tegak)

Fosil manusia purba ini di temukan oleh “Eugene Dubois” pada tahun 1890 di Trinil , Lembah Bengawan Solo. Fosilnya berupa suatu tulang rahang, bagian atas tengkorak , geraham, dan juga tulang kaki.

Pithecanthropus Soloensis (manusia kera dari Solo)

Fosil manusia purba tersebut di temukan oleh “von Koenigswald dan juga Openorth” di Ngandong serta Sangiran, di tepi Bengawan Solo, di antara tahun 1931 – 1933. Fosilnya berupa tengkorak dan juga tulang kering.


Homo Erectus 


Homo Erectus - pustakapengetahuan.com


Homo ialah manusia. Fosil manusia purba jenis homo adalah paling muda di bandingkan dengan fosil manusia purba jenis lainnya. Homo disebut juga dengan “homo Erectus” (manusia berjalan tegak) atau “Homo Sapiens” (manusia cerdas atau bijaksana).

Dengan melalui cara stratigrafi, di ketahui bahwa fosil tersebut berada pada suatu lapisan Notopurpo. Berdasarkan dengan umur lapisan tanah, di perkirakan bahwa fosil Homo bermacam-macam umurnya ,yaitu antara 25.000 – 40.000 tahun.

Ciri - Ciri Homo
  • Tinggi pada tubuh 130 – 210 cm
  • Otot kunyah, gigi, dan rahang sudah menyusut
  • Tonjolan pada kening telah berkurang dan juga sudah berdagu
  • Mempunyai ciri-ciri ras Mongoloid dan juga Austramelanosoid
  • Otak lebih berkembang daripada Meganthropus serta Pithecanthropus.


Jenis - Jenis Homo

Homosis Soloen (manusia dan juga Solo)

Fosil manusia purba jenis ini di temukan oleh “Von Koenigswald dan juga Weidenrich” pada tahun 193-1934 di lembah Bengawan Solo. Fosil yang di temukan yaitu berupa tengkorak. Dilihat dari Volume Otaknya, bukan lagi berupa manusia kera (Pithecantropus).

Homo Wajakensis (manusia dan Wajak)


Homo Wajakensis - pustakapengetahuan.com


Fosil manusia purba jenis ini di temukan oleh “Dubois” di tahun 1889 pada daerah Wajak dekat Tulungagung. Manusia purba jenis ini sudah mampu untuk bisa membuat alat-alat dengan batu ataupun tulang. Homo wajakensis tersebut juga sudah mengenal cara memasak makanan.


Jenis - Jenis Manusia Purba di Dunia 

Australopithecus Africanus


Australopithecus Africanus - pustakapengetahuan.com


Fosil manusia purba tersebut di temukan di Taung, dekat Vryburg, di Afrika Selatan. Fosil tersebut di temukan oleh “Raymond Dart”, pada tahun 1924. Di perkirakan Australopithecus Africanus ini hidup 2-3 juta tahun yang lalu.

Sinanthropus Pekinensis


Sinanthropus Pekinensis - pustakapengetahuan.com


Fosil manusia purba tersebut di temukan di gua Choukoutien, Peking (yang sekarang Beijing), RRC. Fosil tersebut di temukan oleh “Davidson Black” pada tahun 1927. Sinanthropus Pekinensis termasuk homo sapiens sehingga sering sekali disebut juga dengan “Homo Pekinensis”.

Homo Neanderthalensis


Homo Neanderthalensis - pustakapengetahuan.com


Fosil manusia purba jenis Ini di temukan oleh “Rudolf Virchow” di lembah sungai Neander, dekat Dusseldorf, Jerman. Ciri-ciri Homo Neanderthalensis ini mendekati ciri-ciri manusia purba Homo Wajakensis.

Homo Rhodesiensis


Homo Rhodesiensis - pustakapengetahuan.com


Fosil manusia purba jenis ini di temukan oleh “Raymond Dart dan juga Robert Brom” pada tahun 1924 di gua Broken Hill, Rhodesia (sekarang menjadi Zimbabwe).

Homo Cro-Magnon


Homo Cro-Magnon - pustakapengetahuan.com


Fosil manusia purba jenis ini ditemukan di gua Cro-Magnon, dekat Lez Eyzies, di sebelah barat daya Prancis. Fosil ini pertama kali di temukan pada tahun 1868. Ciri-ciri pada manusia purba jenis ini hampir sama dengan ciri-ciri manusia modern.


Fosil - Fosil Manusia Purba
  • Pegunungan Atapuerca, Sima de los Huesos
  • Manusia Saldanha
  • Manusia Altamura
  • Tengkorak Kabwe
  • Tengkorak Steinheim

Demikianlah yang dapat kami sampaikan, jika ada kesalahan atau kekurangan kami mohon maaf, silahkan tinggalkan komentar dengan sifatnya membangun menjadi lebih baik. Semoga Bermanfaat dan Terima Kasih.

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar